Aku ingin hidup
ingin mati
ingin mencintai
ingin dicintai
aku ingin melihat
ingin mendengar
ingin mengawali
dan mengakhiri
ingin seperti hujan
membasahimu..
Ingin seperti angin
menerbangkanmu..
ingin seperti malam
menidurkanmu..
ingin seperti waktu
mengingatkanmu..
Ingin seperti hidup
menemanimu..
Ingin seperti esok
selalu ada..
Aku ingin seperti ingin..
Maaf Tuhan..aku hampir lupa
tak ada yang benar benar akan jadi milikku..
Sehelai rambut ini pun bukan milikku..
Maka beri aku kebahagiaan dari arah yang selalu ada..dari Mu..
Jikapun nanti aku terpuruk,Kau penolongku..pegang aku erat erat..
...
19.33
Di mesjid mesjid sana berjejer para pesholat, rakaat demi rakaat,,
di sini,aku agak berdesak desak dgn 11 orang penumpang
riuh lagu dangdut yang entahlah judulnya..
Berhimpitan dengan taxi,motor,sepeda dan gerobak mie ayam..
Huh..sesak,.
Lampu lampu jalan ini warna warni
dangdut itu makin riuh..huh
satu per satu orang jatuh ke jalan
penuh,rapat,dan kini bau selokan,bau jalan,bau pasar
20 menit lagi aku sampai
cuci tangan,kaki namun tak mandi
esok begini lagi..
19.44
Aku ingat setiap marahmu,,
masih berlalu lalang disini,dipikiranku..
Begitu pun diammu,masih berserakan tak beraturan..
Kuhimpun semua itu disudut amarahku,
seketika itu cinta menguap dikepalamu,dikepalaku, nyaris
masuk ke kotak pengasingan..
Dan perlu satu dua menit kembali ke pelukan kesadaran..
Untuk berani bilang..'jangan kemana mana,tetaplah disini,jangan marah lagi..'